Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, Indonesia
Tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Semua butuh proses dalam menjalani kehidupan, dan dalam proses itulah kita diajarkan banyak hal, hikmah dan petunjuk. AllahuAkbar..

Senin, 16 Mei 2011

Allah Menciptakan Tawa dan Tangis Serta Sebab-sebab Umum

Allah Menciptakan Tawa dan Tangis Serta Sebab-sebab Umum

"Dialah yang membuat tertawa dan menangis" (QS an-Najm: 43)

Maksudnya, Allah telah menyiapkan sejumlah penyebab terjadinya tawa dan tangis, besar maupun kecil. Sejumlah penyebab inilah yang akan memberikan pelajaran bagi manusia dalam hidupnya. Apakah penyebab terjadinya tawa?  berkumpul di acara keluarga, reuni bersama teman lama, mendapat hadiah, menerima penghargaan, mendengar lelucon teman, dan penyebab lainnya yang tak terhitung Allah ciptakan untuk kita. Begitu pula dengan penyebab tangis yang tak terhitung, misal, orang tua kita meninggal dunia, kita kecopetan, kecelakaan, tersinggung terhadap ucapan orang lain, dan lain sebagainya. Allah menyediakan begitu banyak penyebab tangis dan tawa sebagai pelajaran bagi manusia. Tetapi kebanyakan  manusia menyadari bahwa penyebab-penyebab tersebut datangnya bukan dari Allah.

Seseorang harus memiliki pandangan bahwa seluruh perantara dan sebab-sebab umum serta spesifik kehidupan berasal dari Allah. Apapun yang terjadi pada hidup kita dan sebab-sebab kehidupan adalah datangnya dari Allah. Allah adalah penyebab segala sebab dan menganugerahkan kekuatan kepada sebab umum yang pada awalnya tidak memiliki apapun. Artinya segala sesuatu yang tidak mungkin terjadi pada alam pikiran manusia, bisa terjadi atas kehendak dan kuasa Allah. Misalnya, kita kecopetan dan sudah putus asa akan kembalinya tas kita, kemudian ada pemuda yang datang menolong mengembalikan tas tersebut, maka janganlah berkata "untung ada si fullan...jadinya tas saya bisa kembali"...tetapi cukuplah berterimaksih dan menyandarkan keyakinan kita bahwa Allah yang menggerakan hati si fullan untuk menolong kita, dan Allah yang mendatangkan pertolongan melalui perantara si fullan.


Contoh lainnya, seorang mahasiswa yang akan menyelesaikan skripsinya, ia sudah tak mampu lagi mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan, sedangkan deadline semakin dekat, kemudian datang temannya yang tak diduga-duga membantunya mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan..maka janganlah berkata "untung ada si fullan...jadinya bahan-bahan skripsiku bisa terkumpulkan"..kalimat yang terucap ini secara tidak sadar akan membentuk keyakinan kita bahwa sebab-sebab umum ini datangnya dari hamba Allah. Maka cukuplah berterimakasih dan bersyukur "Alhamdulillah.." dan menyandarkan keyakinan kita bahwa si fullan datang atas kehendak Allah. Allah yang menggerakkan hati si fullan untuk datang membantu kita.


Setiap upaya untuk memperoleh kebaikan dan menghindar dari bahaya dengan perantara sebab-sebab umum, harus dibarengi dengan keyakinan bahwa Allah semata yang memberi pengaruh utama. Jika Allah berkehendak, sesuatu pasti akan terjadi melalui perantara suatu sebab. 


Diwahyukan kepada Nabi Musa bahwasannya Allah berfirman kepadanya: 
"Wahai Musa, untuk mendapatkan garam makananmu mintalah dari-Ku."
Ini bukan berarti seseorang hanya duduk berdiam diri seraya berkata, "Ya Allah, berilah aku garam dalam makanan." Yang dimaksud di sini adalah dalam mencari garam sekalipun, seseorang harus selalu menyertakan harapan kepada Allah. Seandainya seluruh dunia dipenuhi garam dan Allah tidak menghendakinya sampai ke tangan kita, niscaya kita tidak akan pernah mendapatkannya.


Sama halnya ketika kita memiliki harapan dan cita-cita yang begitu tinggi tanpa dilandasi keyakinan bahwa Allah yang mendatangkan sebab musabab maka ketika harapan dan cita-cita itu tak tercapai jatuhlah kita dengan kekecewaan yang begitu besar. Pepatah mengatakan "gantungkanlah cita-citamu setinggi langit..." maka sebaiknya ditambahkan ".....dan sandarkanlah cita-citamu itu hanya pada Allah swt"..artinya ketika kita memiliki cita-cita atau hajat, jangan lupa untuk bertawakal menyandarkan semua harapan hanya pada Allah, yakinilah bahwa Allah yang akan mendatangkan kebaikan untuk kita.


Begitu juga dengan upaya kita menghindari suatu marabahaya. Jika kita sudah berupaya untuk menghindari bahaya, dan Allah berkehendak kita terkena musibah, maka upaya kitapun tidak akan menghasilkan apa-apa.  Ini bukan berarti kita tidak boleh waspada terhadap marabahaya, tetapi dengan upaya-upaya yang kita lakukan jangan lupa bersandar hanya kepada Allah, ada Allah Sang Maha Berkehendak memberikan kita tawa dan tangis, bahagia dan duka. Sehingga ketika kita terkena musibah, jiwa kita tak akan tergoncang karena kita sudah menyandarkan hati kita pada Allah yang memiliki kehendak atas kehidupan ini.


Keimanan seorang hamba kepada Allah akan terus di uji. Ketika kita beriman kepada Allah, maka kita akan terus meyakini bahwa Allah penyebab segala sebab. Tawa, tangis, suka, duka..dan apapun yang menjadi milik kita berasal dari Allah. Rumah kita, orang tua kita, anak kita, saudara kita, teman, sahabat, harta kekayaan, gelar, jabatan, pekerjaan, modal kerja, dan hal sebesar dan sekecil apapun yang kita miliki berasal dari Allah swt. Laa hawla walaa quwwata illa billahi... (tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah).




Allahuakbar!!!
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya :D



4 komentar:

  1. alhamdulillah....^^
    menurutku... artikel di atas secara tidak langsung mengingatkan kita akan rasa syukur kpd ALLAH Azza wa jalla...
    subhanallah...
    semoga di beri barokahnya...^^
    semangat ma' ^^

    BalasHapus
  2. AMIINN...hehe...syukron.. Alhamduliilah klo bermanfaat mi'.. aku juga nunggu artikel kamu nih..udah lama ga baca punya mu ^^,
    semangatttt mi'.. :)

    BalasHapus
  3. Wah ayu...keren artikelnya..desainnya dah ganti..cool. yu desain yang ini :)

    BalasHapus
  4. thx dan...yg penting adalah semoga berguna bagi yg membacanya...okeee ;)

    BalasHapus