Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, Indonesia
Tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Semua butuh proses dalam menjalani kehidupan, dan dalam proses itulah kita diajarkan banyak hal, hikmah dan petunjuk. AllahuAkbar..

Selasa, 29 Maret 2011

Cara Allah dekat dengan hamba-Nya

Allah mampu menciptakan segala sesuatu dalam sekejap, tetapi Allah mempunyai cara-Nya sendiri dalam mengurus hamba-hambaNya. Setiap tindakan Allah pasti mengandung hikmah dan pelajaran, sehingga setiap ciptaan-Nya harus melalui "proses". Di dalam proses itulah manusia di ajarkan banyak hal dari berbagai macam ujian. Sadarkah kita akan pelajaran dari Allah? Sadarkah kita bahwa sesungguhnya Allah sedang mengingatkan kita pada sesuatu? Allah mengingatkan kita akan keberadaan-Nya, dan mengingatkan kita akan kekuasaan-Nya. Dari kejadian kecil hingga besar, sesungguhnya penuh hikmah dan penuh pelajaran yang begitu nikmat. 

Tidak mungkin Allah memberikan suatu kejadian yang tidak berguna bagi hamba-Nya. Baik suka maupun duka. Pasti ada pelajaran untuk kita. Jangan pernah menilai suatu kejadian itu kosong, hampa, dan tak bermakna. Itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Jadilah hamba Allah yang selalu berfikir, berfikir dalam melihat hikmah, berfikir dalam menyikapi hidup. Cobalah untuk membuka mata hati, rasakan dalam hati, peka pada hati, bahwa begitu banyak Allah mengajarkan kita tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup secara islami.

Jangan pernah berburuk sangka terhadap apa yang menimpa kita, jika kita berburuk sangka maka kita telah berburuk sangka pada Allah. Astaghfirullah....Pantaskan kita berburuk sangka pada Allah? Apakah tak cukup nikmat yang telah Allah berikan? Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi hamba-Nya. Maha Baik Allah dengan segala nikmat-Nya.
Jagalah qolbu kita untuk tetap berbaik sangka terhadap Allah. Hikmah itu akan terasa nantinya, hanya saja hikmah tersebut kadang dapat segera kita ketahui, dan kadang butuh waktu yang lama. Kita harus paham bagaimana "cara" Allah mengajarkan kita tentang kehidupan. Mungkin kita belum bisa merasakan hikmah hari ini, besok, atau lusa, tetapi bisa setahun, dua tahun, atau bahkan bertahun-tahun kemudian.

Setiap manusia mempunyai prosenya sendiri untuk dekat dengan Allah. Ada yang diberi "benturan", lalu ia sadar dan mendekatkan diri pada Allah, ada yang tanpa "benturan", tiba-tiba hatinya bergetar untuk mendekatkan diri Allah. Subhanallah...Maha Suci Allah...Sesungguhnya Allah maha Tahu jalan yang terbaik untuk hamba-Nya. Allah ajarkan kita untuk dekat dengan-Nya melaui berbagai macam cobaan dan ujian. Kita anggap cobaan dan  ujian  itu sangat menyakitkan dan menyiksa, tetapi justru disitulah Allah tegur kita dengan kasih sayang-Nya. Allah sentuh kita, Allah belai kita dengan ujian-ujian-Nya. Wahai  hati-hati yang selalu dirindu Allah, pelajarilah dan berfikirlah tentang kejadian yang menimpa kita. Bahwa sesungguhnya setiap kejadian tidak bernilai "Nol".
Kesulitan hidup bisa dianalogikan seperti membuat kue, jika bahan-bahan kue kita icipi satu persatu maka akan terasa tidak enak, tetapi jika bahan-bahan itu diproses dengan baik maka akan menghasilkan kue yang enak. Jika kita merasakan kesuitan hidup satu persatu maka akan terasa pahit, tetapi jika kesulitan-kesulitan itu kita lalui dengan proses yang baik maka akan menghasilkan hikmah yang baik pula.

Firman Allah: "Milik Allah-lah timur dan barat, Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus." (QS. Al-Baqarah [2]: 142).

Minggu, 27 Maret 2011

Cermin Diri

Sebelum kita memberikan cermin kepada orang lain, sebaiknya kita lebih dulu bercermin pada diri sendiri. Pantaskan kita membenci orang lain sedangkan perilaku kita buruk. Pantaskah kita menghina orang lain sedangkan diri kita hina. Pantaskah kita membicarakan aib orang lain sedangkan diri kita sudah penuh dengan aib buruk. Sungguh, Maha Suci Allah dengan segala asma-Nya.

Seringkali diantara kita membicarakan orang lain dengan komentar atau kritik yang tidak mengenakkan, tanpa disadari bahwa ternyata diri kita lebih buruk dari orang yang kita bicarakan itu. Astaghfirullah... Bercerminlah kawan sebelum kita memberikan cermin kepada orang lain. "Mulutmu adalah harimaumu", apa yang kita bicarakan bisa menjadi boomerang bagi diri kita, baik buruk yang keluar dari lisan kita merupakan cerminan hati kita.

Rasulullah bersabda: "Orang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Allah berfirman: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Israa' [17]: 36)

"Tidak suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."  (QS. Qaaf [50]: 18)
Alangkah baiknya untuk kita tidak sibuk mengurusi keburukan orang lain, lucunya ternyata keburukan kita juga diurus oleh orang lain. Artinya, kita tak sadar bahwa selama kita membicarakan keburukan orang lain, dibalik itu kita pun juga dibicarakan oleh orang lain. Uruslah keburukan diri kita sendiri, perbaikilah selagi Allah masih memberikan waktu dan kesempatan.

Jadi, kemanapun pergi jangan lupa selalu membawa cermin untuk diri kita,hee...

 Semoga bermanfaat kawan ^___^