Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, Indonesia
Tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Semua butuh proses dalam menjalani kehidupan, dan dalam proses itulah kita diajarkan banyak hal, hikmah dan petunjuk. AllahuAkbar..

Jumat, 06 April 2012

Rahasia takdir tak mungkin ditebak

"Perjalanan hidup sebagai manusia sungguh buta akan apa yang terjadi esok hari. Rahasia takdir tak mungkin ditebak. Jika manusia bertawakal kepada ALLAH dengan sebenar-benar tawakal, maka akan diberikan rezeki sebagaimana burung2 diberikan rezeki. Burung2 itu berangkat dengan perut kosong dan kembali dengan perut kenyang." (Buku: Sandiwara Langit-Abu Umar Basyier)
"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluanya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Qs. Ath-Thalaq: 3)
Segala urusan kita telah ditentukan oleh Allah. Kita tidak bisa menebak takdir kita hari ini, esok hari, lusa, bulan depan, bahkan beberapa tahun kemudian. Segala prediksi manusia hanya sebatas kemampuannya saja. Kesulitan kita hari ini tidak bisa menentukan ketidakbahagiaan kita esok hari. Kemudahan kita hari ini tidak bisa menentukan kebahagiaan kita selamanya. Begitupun dengan harta kekayaan. Harta kita saat ini tidak bisa menentukan kita akan hidup bahagia selamanya. Kemiskinan kita saat ini tidak bisa menentukan ketidakbahagiaan kita selamanya. Segala sesuatu yang terjadi pada hidup kita, kesulitan maupun kemudahan hendaknya kita bertawakal dengan sebenar-benar tawakal kepada Allah, berserah diri kepada Allah, bersandar hanya kepada Allah, menggantungkan dan mempercayai segala urusan hidup kita hanya kepada Allah. InsyaAllah dengan tawakal yang hakiki, Allah akan memudahkan urusan kita.
Analogi yang bisa diberikan seperti anak bayi yang menyerahkan dirinya kepada Ibunya, bergantung kepada Ibunya, dan hanya percaya kepada Ibunya. Akan menangis jika Ibu tidak ada, tidak mau makan jika bukan Ibu yang menyuapi, tidak mau digantikan baju jika bukan Ibu yang melakukannya. Begitu juga kita dengan Allah, hidup kita tidak bisa lepas dari genggaman Allah, tidak bisa lepas dari pengawasan Allah. Segala urusan, hajat, dan kesulitan kita, serahkanlah hanya kepada Allah. Kita wajib berusaha atas segala urusan kita, dan hanya Allah yang akan menentukan hasilnya..

Semoga bermanfaat..


 

Minggu, 09 Oktober 2011

Petani dan Ladangnya

Petani dan Ladangnya



Termenung aku saat membuat puisi ini.
Mengingat masa-masa yang telah terlewati.
Masa-masa yang sudah kami lalui, bersama Petaniku.
Setiap keluh kesah, setiap kekesalan, setiap tawa, setiap canda, mengisi relung-relung masa itu.

Kuteringat ketika pertama kali pak tani datang ke ladang barunya.
Membawa cangkul, penuh dengan semangat, dan tersenyum melihat sekeliling, seakan-akan menyapa kami, ladang barunya.

Pikirku dan teman-temanku yang selalu berada di ladang, betapa besarnya pak tani itu.
Seperti apakah orangnya? Baikkah dia? Ramahkah dia? Bisakah menjadikan kami ladang yang indah?

Aku dan teman-temanku takut saat pertama kali melihat pak taniku.
Tapi ternyata, engkau pak tani selalu menabur kebaikan pada kami, ladangmu.
Engkau bekerja keras menjadikan kami lebih indah.

Namun, maafkan kami..
Kami masih terlalu kecil, sehingga tidak merasa seluruh keikhlasan bimbinganmu.

Saat ini, kami telah sadar, betapa baiknya engkau.
Namun kami kecewa, ketika engkau akan meninggalkan kami yang sedang asyik merasakan benih yang telah kau tabur..wahai pak tani..

Kebaikanmu, keikhlasanmu, kesungguhanmu, keuletanmu merawat ladangmu tidak terlihat ketika dipandang.

Tak ada kisah yang tak bermakna.
Setiap jiwa mengetahui apa yang ada dalam hatinya saat ini.
Tanya..apa yang sudah kita perbuat.

Penyesalan memang selalu datang belakangan.
Tapi ALLAH..tidak memberikan sesuatu yang sia-sia.
Setiap kisah, setiap cerita.. penuh makna..penuh hikmah..

Maafkan kami wahai pak petani..
Maafkan kami wahai pak petani..

Semoga ALLAH senantiasa melapangkan ladangmu dengan segala kemudahan..




_untuk Bapak Nawan, Manager Operational BSM Meruya_

_dari Kami..Tim Operational BSM Meruya_



Jumat, 16 September 2011

PINTU QOLBU

Pintu Qolbu


Diatas sajadahMu Ya Rabb, aku mengetuk pintu ini.
Pintu yang lama tertutup, tak terdengar naungan ruangnya.
Sepi..Sunyi..
Hingga rinduku pun tiba..PadaMu Ya Ghofur.
Hanya namaMu Ya Allah mengisi ruangnya.
Menghidupkan segala yang mati.
Memutihkan segala yang hitam.
Menerangi segala yang gelap.


Dengan lembut kusebut namaMu..Ya Allah..
Membuka pintu yang lama terkunci.
Lama tak kusentuh dengan asmaMu.
Perlahan kumasuki relung itu.
Kutinggalkan segala yang kumiliki.
Yang ku bawa hanya segala dosa dan setitik kebaikan.
Kuberjalan diatas relungnya.
Kutelusuri setiap langkah dengan asmaMu.
Dan diujung relung hanya ada cahayaMu
Cahaya Ilahi..
Ya Rabbku..satu tujuanku..hanya padaMu..Ya Allah..


by: Ayumuslim


 

padamu ku bersujud with lirik

Rabu, 31 Agustus 2011

Belajar Takkan Pernah Habis

Belajar sabar tak akan pernah berhenti hingga nafas ini berakhir..


Belajar Ikhlas tak akan pernah berhenti hingga اَللّهُ menghentikan ujianNya..


Belajar ttg hidup tak akan pernah habis hingga اَللّهُ menghentikan dunia ini..

Senin, 29 Agustus 2011

Setiap Kisah Punya Makna



Setiap kisah punya makna..


Setiap tangis dan tawa penuh hikmah..


Setiap goresan pena yang terukir meninggalkan kenangan..


Sebuah alunan musik mengingatkan akan sebuah moment..


Dan setiap usaha manusia berakhir pada kehendak-Nya.




Aku terus berjalan mengairi cerita demi cerita..mengikuti arah penaku mengarah. Tak bisa ku cegah ukiran tintanya yang merupakan takdir Tuhan. Aku melangkah laksana prajurit bersenjata. Setiap langkah ku perhitungkan, memahami kejadian-kejadian masa lalu yang aku jadikan pembelajaran untuk langkah berikutnya.





Ikhlas Teman Sejati Sabar



Ikhlas teman sejati sabar.

Ketika sabar lupa, ikhlas yang mengingatkan.

Ketika sabar jatuh, ikhlas yang membangunkan.

Ketika sabar sakit, ikhlas yang menyembuhkan.

Ketika sabar sedih, ikhlas yang menghiburnya.

Ketika sabar marah, ikhlas yang menenangkan.

Ketika sabar lemah, ikhlas yang menguatkan.

Ikhlas itu memang sabar.. :)