Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, Indonesia
Tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Semua butuh proses dalam menjalani kehidupan, dan dalam proses itulah kita diajarkan banyak hal, hikmah dan petunjuk. AllahuAkbar..

Senin, 16 Mei 2011

Allah Menciptakan Tawa dan Tangis Serta Sebab-sebab Umum

Allah Menciptakan Tawa dan Tangis Serta Sebab-sebab Umum

"Dialah yang membuat tertawa dan menangis" (QS an-Najm: 43)

Maksudnya, Allah telah menyiapkan sejumlah penyebab terjadinya tawa dan tangis, besar maupun kecil. Sejumlah penyebab inilah yang akan memberikan pelajaran bagi manusia dalam hidupnya. Apakah penyebab terjadinya tawa?  berkumpul di acara keluarga, reuni bersama teman lama, mendapat hadiah, menerima penghargaan, mendengar lelucon teman, dan penyebab lainnya yang tak terhitung Allah ciptakan untuk kita. Begitu pula dengan penyebab tangis yang tak terhitung, misal, orang tua kita meninggal dunia, kita kecopetan, kecelakaan, tersinggung terhadap ucapan orang lain, dan lain sebagainya. Allah menyediakan begitu banyak penyebab tangis dan tawa sebagai pelajaran bagi manusia. Tetapi kebanyakan  manusia menyadari bahwa penyebab-penyebab tersebut datangnya bukan dari Allah.

Seseorang harus memiliki pandangan bahwa seluruh perantara dan sebab-sebab umum serta spesifik kehidupan berasal dari Allah. Apapun yang terjadi pada hidup kita dan sebab-sebab kehidupan adalah datangnya dari Allah. Allah adalah penyebab segala sebab dan menganugerahkan kekuatan kepada sebab umum yang pada awalnya tidak memiliki apapun. Artinya segala sesuatu yang tidak mungkin terjadi pada alam pikiran manusia, bisa terjadi atas kehendak dan kuasa Allah. Misalnya, kita kecopetan dan sudah putus asa akan kembalinya tas kita, kemudian ada pemuda yang datang menolong mengembalikan tas tersebut, maka janganlah berkata "untung ada si fullan...jadinya tas saya bisa kembali"...tetapi cukuplah berterimaksih dan menyandarkan keyakinan kita bahwa Allah yang menggerakan hati si fullan untuk menolong kita, dan Allah yang mendatangkan pertolongan melalui perantara si fullan.


Contoh lainnya, seorang mahasiswa yang akan menyelesaikan skripsinya, ia sudah tak mampu lagi mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan, sedangkan deadline semakin dekat, kemudian datang temannya yang tak diduga-duga membantunya mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan..maka janganlah berkata "untung ada si fullan...jadinya bahan-bahan skripsiku bisa terkumpulkan"..kalimat yang terucap ini secara tidak sadar akan membentuk keyakinan kita bahwa sebab-sebab umum ini datangnya dari hamba Allah. Maka cukuplah berterimakasih dan bersyukur "Alhamdulillah.." dan menyandarkan keyakinan kita bahwa si fullan datang atas kehendak Allah. Allah yang menggerakkan hati si fullan untuk datang membantu kita.


Setiap upaya untuk memperoleh kebaikan dan menghindar dari bahaya dengan perantara sebab-sebab umum, harus dibarengi dengan keyakinan bahwa Allah semata yang memberi pengaruh utama. Jika Allah berkehendak, sesuatu pasti akan terjadi melalui perantara suatu sebab. 


Diwahyukan kepada Nabi Musa bahwasannya Allah berfirman kepadanya: 
"Wahai Musa, untuk mendapatkan garam makananmu mintalah dari-Ku."
Ini bukan berarti seseorang hanya duduk berdiam diri seraya berkata, "Ya Allah, berilah aku garam dalam makanan." Yang dimaksud di sini adalah dalam mencari garam sekalipun, seseorang harus selalu menyertakan harapan kepada Allah. Seandainya seluruh dunia dipenuhi garam dan Allah tidak menghendakinya sampai ke tangan kita, niscaya kita tidak akan pernah mendapatkannya.


Sama halnya ketika kita memiliki harapan dan cita-cita yang begitu tinggi tanpa dilandasi keyakinan bahwa Allah yang mendatangkan sebab musabab maka ketika harapan dan cita-cita itu tak tercapai jatuhlah kita dengan kekecewaan yang begitu besar. Pepatah mengatakan "gantungkanlah cita-citamu setinggi langit..." maka sebaiknya ditambahkan ".....dan sandarkanlah cita-citamu itu hanya pada Allah swt"..artinya ketika kita memiliki cita-cita atau hajat, jangan lupa untuk bertawakal menyandarkan semua harapan hanya pada Allah, yakinilah bahwa Allah yang akan mendatangkan kebaikan untuk kita.


Begitu juga dengan upaya kita menghindari suatu marabahaya. Jika kita sudah berupaya untuk menghindari bahaya, dan Allah berkehendak kita terkena musibah, maka upaya kitapun tidak akan menghasilkan apa-apa.  Ini bukan berarti kita tidak boleh waspada terhadap marabahaya, tetapi dengan upaya-upaya yang kita lakukan jangan lupa bersandar hanya kepada Allah, ada Allah Sang Maha Berkehendak memberikan kita tawa dan tangis, bahagia dan duka. Sehingga ketika kita terkena musibah, jiwa kita tak akan tergoncang karena kita sudah menyandarkan hati kita pada Allah yang memiliki kehendak atas kehidupan ini.


Keimanan seorang hamba kepada Allah akan terus di uji. Ketika kita beriman kepada Allah, maka kita akan terus meyakini bahwa Allah penyebab segala sebab. Tawa, tangis, suka, duka..dan apapun yang menjadi milik kita berasal dari Allah. Rumah kita, orang tua kita, anak kita, saudara kita, teman, sahabat, harta kekayaan, gelar, jabatan, pekerjaan, modal kerja, dan hal sebesar dan sekecil apapun yang kita miliki berasal dari Allah swt. Laa hawla walaa quwwata illa billahi... (tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah).




Allahuakbar!!!
Semoga bermanfaat bagi yang membacanya :D



Sabtu, 14 Mei 2011

Ya Rahman Ya Rahiim...
Betapa luas nikmatMu..kasih sayangMu..cintaMu..kepada hambaMu..alam semesta ini..
RahmatMu meliputi mahklukMu di langit, di darat, di laut dan tempat2 yang tak diketahui oleh kami yaitu alam gaib..
Berapa banyak makhlukMu di langit...berapa banyak makhlukMu di laut....berapa banyak makhlukMu di bumi..dan berapa banyak makhlukMu di alam yang tidak kami ketahui..semua Kau berikan rahmat yang tak terbatas, tak terhitung..
Ya Rabb..RahmatMu ada 100, 99 Kau tahan di tanganMu untuk Kau berikan kepada para hambaMu yang Kau beri keselamatan di akhirat..dan yang 1 nya Kau curahkan di langit, di laut dan di darat...1 rahmatMu saja tak terhingga. tak terhitung dan begitu luas menyebar di alam semesta ini. Tak terbayangkan 99 rahmatMu yang lain yg akan Kau berikan kelak kepada para hamabMu yang Kau selamatkan di akhirat.. Subhanallah..Allahuakbar..

Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzibaan: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sungguh tak pantas hamba mengeluh atas penderitaan dan ujian yang Kau berikan, karna tak sebanding dengan kasih sayangMu yang Kau curahkan. Sungguh rahmatMu lebih luas dari dosa-dosa kami.
Ya Rabb...begitu banyak dosa mata yang kami lakukan, melihat sesuatu yang tak Kau ridhoi. Begitu banyak dosa mulut yang kami perbuat, begitu sering kami mengucap sesuatu yang menyakitkan dan yang tak Kau ridhoi. Begitu banyak dosa telinga yang kami lakukan, sering kali kami mendengar sesuatu yang tidak Kau ridhoi. Begitu banyak dosa tangan kami, seringkali kami melakukan perbuatan maksiat dengan tangan ini. Begitu banyak dosa kaki kami, seringkali kami pergi ke tempat-tempat maksiat.


Astaghfirullaahal'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwalhayyul qayyuumu wa atuubu ilaih taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa: Aku memohon ampunan kpd Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu jaga. Aku memohon taubat kpd-Mu, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai daya upaya untuk berbuat madharrat atau manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.

Jumat, 13 Mei 2011

Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.4. Bau Mulut Orang yang Berpuasa di Sisi Allah

Bau Mulut Orang yang Berpuasa di Sisi Allah

"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi."

Seperti kita tahu bersama bahwa bau mulut orang yang berpuasa apalagi di siang hari sungguh tidak mengenakkan. Namun bau mulut seperti ini adalah bau yang menyenangkan di sisi Allah karena bau ini dihasilkan dari amalan ketaatan dan karena mengharap ridho Allah. Sebagaimana pula darah orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti, warnanya adalah warna darah, namun baunya adalah bau minyak kasturi.

Harumnya bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah ini ada dua sebab. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah di dunia. Ketika di akhirat, Allah pun menampakkan amalan puasa ini sehingga makhluk pun tahu bahwa dia adalah orang yang gemar berpuasa. Allah memberitahukkan amalan puasa yang dia lakukan di hadapan manusia lainnya karena dulu di dunia, dia berusaha keras menyembunyikan amalan tersebut dari orang lain. Inilah bau mulut yang harum yang dinamampakkan oleh Allah di hari kiamat nanti karena amalan rahasia yang dia lakukan.

Barangsiapa yang beribadah dan menaati Allah, selalu mengharap ridho Allah di dunia melalui amalan yang dia lakukan, lalu muncul dari amalnnya tersebut bekas yang tidak terasa enak bagi jiwa di dunia, maka bekas seperti ini tidaklah dibenci di sisi Allah. Bahkan bekas tersebut adalah sesuatu yang Allah cintai dan baik di sisi-Nya. Hal ini dikarenakan bekas yang tidak terasa enak tersbeut muncul karena melakukan ketaatan dan mengharap ridho Allah. Oleh karena itu, Allah pun membalasnya dengan memberikan bau harum pada mulutnya yang menyenangkan seluruh makhluk, walaupun bau tersebut tidak terasa enak di sisi mahluk ketika di dunia.

Puasa Adalah Perisai dari Api Neraka

Rasulullah saw bersabda, "Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka."
Amalan Puasa Akan Memberikan Syafa'at Bagi Orang yang Menjalankannya

Rasulullah saw bersabda,
"Amlan puasa dan amalan Al Qur'an itu akan memberikan syafa'at kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Amalan puasa akan berkata, "Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafa'at kepadanya". Dan amalan Al Qur'an pula berkata, "Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafa'at kepadanya." Beliau bersabda, "Maka syafa'at keduanya diperkenankan"."

Bagi Orang yang Berpuasa Akan Disediakan Pintu Surga Ar Royyan

Rasulullah saw bersabda, 
"Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka, "Di mana orang-orang yang berpuasa?" Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melaui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut tertutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut."


Allahuakbar....
*Sumber: Kekuatan Dahsyat Puasa Sunnah: Ustadz Yusuf Arifin Mansur.
  


Minggu, 08 Mei 2011

Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.3. Karena Pahala Puasa, Seseorang Memasuki Surga.

Sebab Pahala Puasa, Seseorang Memasuki Surga
Lalu dalam riwayat lainnya dikatakn, Allah 'azza wa jalla berfirman (yang artinya),"Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/ tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku." Sufyan bin 'Uyainah mengatakan, "Pada hari kiamat nanti, Allah Ta'ala akan menghisab hamba-Nya. Setiap amalan akan menembus berbagai macam kezholiman yang pernah dilakukan, hingga tidak tersisa satupun kecuali satu amalan yaitu puasa."


Jadi, amalan puasa adalah untuk Allah Ta'la. Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang pun mengambil ganjaran amalan puasa tersebut sebagai tebusan baginya. Ganjaran amalan puasa akan disimpan bagi pelakuknya di sisi Allah Ta'ala. Dengan kata lain, seluruh amalan kebaikan dapat menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan oleh pelakunya. Sehingga karena banyaknya dosa yang dilakukan, seseorang tidak lagi memiliki pahala kebaikan apa-apa. Ada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa hari kiamat nanti antara amalan kejelekan dan kebaikan akan ditimbang, satu yang lainnya akan saling memangkas. Lalu tersisdalah satu kebaikan dari amalan-amalan kebaikan tadi yang menyebabkan pelakunya masuk surga.

Itulah amalan puasa yang akan tersimpan di sisi Allah. Amalan kebaikan lain akan memangkas kejelekkan yang dilakukan oleh seorang hamba. Ketika tidak tersisa satu kebaikan kecuali puasa, Allah akan menyimpan amalan puasa tersebut dan akan memasukkan hamba yang memiliki simpanan amalan puasa tadi ke dalam surga. Allahuakbar!!

Kebahagiaan yang Diraih Orang yang Berpuasa
Dalam hadits di atas dikatakan, "Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya."

Kebahagiaan pertama adalah ketika seseorang berbuka puasa. Ketika berbuka, jiwa begitu ingin mendapat hiburan dari hal-hal yang dia rasakan tidak menyenangkan ketika berpuasa, yaitu jiwa sangat senang menjumpai makanan, minuman, dan menggauli istri. Jika seseorang dilarang dari berbagai macam syahwat ketika berpuasa, dia akan merasa senang jika hal tersebut diperolehkan lagi.

Kebahagiaan kedua adalah ketika seorang hampa berjumpa dengan Rabbnya yaitu dia akan jumpai pahala amalan puasa yang dia lakukan tersimpan di sisi Allah. Itulah ganjaran besar yang sangat dia butuhkan.

Allah Ta'ala berfirman,
"Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya." (QS. Al-Muzammil: 20)

"Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya)." (QS. Ali Imron: 30)

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya."     (QS. Az Zalzalah: 7)


*Sumber: Kekuatan Dahsyat Puasa Sunnah - Ustadz Yusuf Arifin Mansur.

Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.2. Alasan Kenapa Amalan Puasa Khusus Untuk Allah.

Amalan Puasa Khusus untuk Allah
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah Ta'ala berfirman, "Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku". Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan manusia adalah untuknya. Sedangkan amalan puasa, Allah khususkan untuk diri-Nya. Allah menyandarkan amalan tersebut untuk-Nya. Kenapa Allah bisa menyandarkan amalan puasa untuk-Nya??


Alasan Pertama:
Karena di dalam puasa, seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dan berbagai syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya. Dalam ibadah ihram, memang ada perintah meninggalkan jima' (hubungan badan dengan istri) dan meninggalkan berbagai harum-haruman. Namun bentuk kesenangan lain dalam ibadah ihram tidak ditinggalkan. Begitu pula dengan ibadah shalat. Dalam shalat memang kita dituntut untuk meninggalkan makan dan minum. Namun itu dalam waktu yang singkat. Bahkan, ketika hendak shalat, jika makanan telah dihidangkan, dan kita merasa butuh pada makanan tersebut, kita dianjurkan untuk menyantap makanan tadi dan boleh menunda shalat ketika dalam kondisi seperti itu. Jadi dalam amalan puasa terdapat bentuk meninggalkan berbagai macam syahwat yang tidak kita jumpai pada amalan lainnya. Jika seseorang telah melakukan ini semua (seperti meninggalkan hubungan badan dengan istri dan meninggalkan makan-minum ketika puasa), dan dia meninggalkan itu semua karena Allah, padahal tidak ada yang memperhatikan apa yang dia lakukan tersebut selain Allah, maka ini menunjukkan benarnya iman orang yang melakukan semacam ini. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu Rajab, "Inilah yang menunjukkan benarnya iman orang tersebut".

Orang yang melakukan puasa seperti itu selalu menyadari bahwa dia berada dalam pengawasan Allah meskipun dia berada sendirian. Dia telah mengharamkan melakukan berbagai macam syahwat yang dia sukai. Dia lebih suka mentaati Rabbnya, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karena takut pada siksaan dan selalu mengharap ganjaran-Nya. Sebagian salaf mengatakan, "Beruntunglah orang yang meninggalkan syahwat yang ada dihadapannya karena mengharap janji Rabb yang tidak nampak di hadapannya". Oleh karena itu, Allah membalas orang yang melakukan puasa seperti ini dan Dia pun mengkhususkan amalan puasa tersebut untuk-Nya dibanding amalan-amalan lainnya.

Alasan Kedua:
Puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Amalan puasa berasal dari niat batin yang hanya Allah saja yang mengetahuinya dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalakan berbagai syahwat. Oleh karena itu, Imam Ahmad dan selainnya mengatakan, "Dalam puasa sulit sekali terdapat riya' (ingin dilihat/ dipuji orang lain)." Dari dua alasan inilah, Allah menyandarkan amalan puasa pada-Nya berbeda dengan amalan lainnya.


*Sumber: Kekuatan Dahsyat Puasa Sunnah- Ustadz Yusuf Arifin Mansur

Barokallah...

Sabtu, 07 Mei 2011

Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.1

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.""

Pahala yang Tak Terhingga Bagi Orang yang Berpuasa
Dikatakan bahwa, setiap amalan akan dilpatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. kemudian, dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan seperti tadi. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahalanya. Oleh karena itu, amalan puasa akan dilipatgandakan oleh Allah hingga berlipat-lipat tanpa ada batasan bilangan.
Kenapa bisa demikian? Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, "Karena puasa adalah bagian dari kesabaran". Mengenai ganjaran orang yang bersabar, Allah Ta'aka berfirman: "Sesugguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az- Zumar: 10)

Sabar ada tiga macam, yaitu:
1. Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah.
2. Sabar dalam meninggalkan yang haram.
3. Sabar dalam menghadapi takdir yang terasa menyakitkan.
Ketiga macam bentuk sabar ini, semuanya tedapat dalam amalan puasa. Dalam puasa tentu saja di dalamnya ada bentuk melakukan ketaatan, menjauhi hal-hal yang diharamkan, juga dalam puasa seseorang berusaha bersabar dari hal-hal yang menyakitkan seperti menahan dir dari rasa lapar, dahaga, dan lemahnya badan. Itulah mengapa amalan puasa bisa meraih pahala tak terhingga sebagaimana sabar.

*Sumber: Kekuatan Dahsyat Puasa Sunnah-Ustadz Yusuf Arifin Mansur
Jadi, tak ada alasan untuk meninggalkan puasa sunnah kan? Ayo kawan semangat puasa.!! Allahuakbar... \(^0^)/
 

Hajat dan Istikhoroh

Bismillah..

Jadikan keinginan kita menjadi suatu hajat yg khusyuk. Khusyuk dalam sujud, khusyuk dalam do'a. Nikmati suasana hening diantara kita dengan Allah Azza Wa Jalla. Suasana hening ketika kita bermunajat memohon keridhoan Allah, memohon kasih sayangNya, memohon rahmtaNya. Hanya Allah yang Maha Tahu baik burukkah keinginan itu untuk kita.

Do'a hajat:

"Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara 'Arasy Yang Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Kepada-Mulah aku memohon sesuatu yang menyebabkan rahmat-Mu dan memantapkan hati untuk memperoleh ampunan-Mu, serta memperoleh perlindungan dari segala dosa. Dan aku memohon pula untuk memperoleh keuntungan dari segala kebaikan dan selamat dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa (yang ada pada diriku) melainkan Engkau mengampuninya dan tiada sesuatu kesusahan melainkan Engkau berikan jalan keluar, dan tiada pula sesuatu hajat yang Engkau ridhoi melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang."

Hajat kita ini belum tentu baik menurut Allah. Maka mohonlah kebaikan dari Allah. Apakah yang kita hajatkan ini di ridhoi Allah atau tidak. Memohonlah kebaikan untuk urusan kita dengan melakukan istikhoroh. Mintalah pada Allah apa apa saja yang baik untuk kita. Yang baik di dekatkan, yang tidak baik dijauhkan.

Do'a istikhoroh:

"Ya Allah hamba memohon agar Engkau memilihkan mana yang baik menurut Engkau ya Allah. Dan hamba memohon Engkau memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu, dan hamba memohon dengan kemurahan Tuhan yang Besar Agung. Karena sesungguhnya Engkau yang berkuasa, sedang hamba tidak tahu dan Engkaulah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa persoalan (masalah kita) ini baik bagi hamba, dalam agama hamba dan dalam penghidupan hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berikanlah persoalan ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikan keberkahan bagi hamba di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hal ini tidak baik bagi hamba, bagi agama hamba dan penghidupan hamba, dan tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah hal ini dari hamba, dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah kebaikan di  mana saja hamba berada, kemudian jadikanlah hamba orang yang rela atas anugerah-Mu."

Dengan mengajukan hajat-hajat kita dan meminta dipilihkan yang baik dari hajat-hajat tersebut, maka langkah selanjutnya adalah bertawakal. Tawakal merupakan menyerahkan, menggantungkan, menyandarkan seutuhnya diri kita dan urusan-urusan kita hanya kepada Allah. Mempercayai Allah dan meyakini  bahwa Allah akan mengurus dan mengatur semua urusan kita dengan baik. Dengan proses yang baik dan hasil yang terbaik untuk kita. Ketika menerima hasil dari Allah, apa yang harus kita lakukan? Yaitu, ikhlas! Menerima dengan lapangdada, dengan rela, ridho atas anugerah Allah swt.

Alhamdulillah...