Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, Indonesia
Tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Semua butuh proses dalam menjalani kehidupan, dan dalam proses itulah kita diajarkan banyak hal, hikmah dan petunjuk. AllahuAkbar..

Minggu, 09 Oktober 2011

Petani dan Ladangnya

Petani dan Ladangnya



Termenung aku saat membuat puisi ini.
Mengingat masa-masa yang telah terlewati.
Masa-masa yang sudah kami lalui, bersama Petaniku.
Setiap keluh kesah, setiap kekesalan, setiap tawa, setiap canda, mengisi relung-relung masa itu.

Kuteringat ketika pertama kali pak tani datang ke ladang barunya.
Membawa cangkul, penuh dengan semangat, dan tersenyum melihat sekeliling, seakan-akan menyapa kami, ladang barunya.

Pikirku dan teman-temanku yang selalu berada di ladang, betapa besarnya pak tani itu.
Seperti apakah orangnya? Baikkah dia? Ramahkah dia? Bisakah menjadikan kami ladang yang indah?

Aku dan teman-temanku takut saat pertama kali melihat pak taniku.
Tapi ternyata, engkau pak tani selalu menabur kebaikan pada kami, ladangmu.
Engkau bekerja keras menjadikan kami lebih indah.

Namun, maafkan kami..
Kami masih terlalu kecil, sehingga tidak merasa seluruh keikhlasan bimbinganmu.

Saat ini, kami telah sadar, betapa baiknya engkau.
Namun kami kecewa, ketika engkau akan meninggalkan kami yang sedang asyik merasakan benih yang telah kau tabur..wahai pak tani..

Kebaikanmu, keikhlasanmu, kesungguhanmu, keuletanmu merawat ladangmu tidak terlihat ketika dipandang.

Tak ada kisah yang tak bermakna.
Setiap jiwa mengetahui apa yang ada dalam hatinya saat ini.
Tanya..apa yang sudah kita perbuat.

Penyesalan memang selalu datang belakangan.
Tapi ALLAH..tidak memberikan sesuatu yang sia-sia.
Setiap kisah, setiap cerita.. penuh makna..penuh hikmah..

Maafkan kami wahai pak petani..
Maafkan kami wahai pak petani..

Semoga ALLAH senantiasa melapangkan ladangmu dengan segala kemudahan..




_untuk Bapak Nawan, Manager Operational BSM Meruya_

_dari Kami..Tim Operational BSM Meruya_