Bismillah..
Jadikan keinginan kita menjadi suatu hajat yg khusyuk. Khusyuk dalam sujud, khusyuk dalam do'a. Nikmati suasana hening diantara kita dengan Allah Azza Wa Jalla. Suasana hening ketika kita bermunajat memohon keridhoan Allah, memohon kasih sayangNya, memohon rahmtaNya. Hanya Allah yang Maha Tahu baik burukkah keinginan itu untuk kita.
Do'a hajat:
"Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara 'Arasy Yang Agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Kepada-Mulah aku memohon sesuatu yang menyebabkan rahmat-Mu dan memantapkan hati untuk memperoleh ampunan-Mu, serta memperoleh perlindungan dari segala dosa. Dan aku memohon pula untuk memperoleh keuntungan dari segala kebaikan dan selamat dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa (yang ada pada diriku) melainkan Engkau mengampuninya dan tiada sesuatu kesusahan melainkan Engkau berikan jalan keluar, dan tiada pula sesuatu hajat yang Engkau ridhoi melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang."
Hajat kita ini belum tentu baik menurut Allah. Maka mohonlah kebaikan dari Allah. Apakah yang kita hajatkan ini di ridhoi Allah atau tidak. Memohonlah kebaikan untuk urusan kita dengan melakukan istikhoroh. Mintalah pada Allah apa apa saja yang baik untuk kita. Yang baik di dekatkan, yang tidak baik dijauhkan.
Do'a istikhoroh:
"Ya Allah hamba memohon agar Engkau memilihkan mana yang baik menurut Engkau ya Allah. Dan hamba memohon Engkau memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu, dan hamba memohon dengan kemurahan Tuhan yang Besar Agung. Karena sesungguhnya Engkau yang berkuasa, sedang hamba tidak tahu dan Engkaulah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa persoalan (masalah kita) ini baik bagi hamba, dalam agama hamba dan dalam penghidupan hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berikanlah persoalan ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikan keberkahan bagi hamba di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hal ini tidak baik bagi hamba, bagi agama hamba dan penghidupan hamba, dan tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah hal ini dari hamba, dan jauhkanlah hamba dari padanya. Dan berilah kebaikan di mana saja hamba berada, kemudian jadikanlah hamba orang yang rela atas anugerah-Mu."
Dengan mengajukan hajat-hajat kita dan meminta dipilihkan yang baik dari hajat-hajat tersebut, maka langkah selanjutnya adalah bertawakal. Tawakal merupakan menyerahkan, menggantungkan, menyandarkan seutuhnya diri kita dan urusan-urusan kita hanya kepada Allah. Mempercayai Allah dan meyakini bahwa Allah akan mengurus dan mengatur semua urusan kita dengan baik. Dengan proses yang baik dan hasil yang terbaik untuk kita. Ketika menerima hasil dari Allah, apa yang harus kita lakukan? Yaitu, ikhlas! Menerima dengan lapangdada, dengan rela, ridho atas anugerah Allah swt.
Alhamdulillah...
Tempat berbagi cerita, pengalaman, dan ilmu tentang kehidupan islam yang secara hakekat adalah untuk beribadah kepada Allah swt.
Mengenai Saya
- Ratih Ayuningtyas (Ayu)
- Jakarta, Indonesia
- Tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Semua butuh proses dalam menjalani kehidupan, dan dalam proses itulah kita diajarkan banyak hal, hikmah dan petunjuk. AllahuAkbar..
Arsip Blog
-
▼
2011
(20)
-
▼
Mei
(9)
- Sami Yusuf - Healing
- Sami Yusuf - Hasbi Rabbi
- Allah Menciptakan Tawa dan Tangis Serta Sebab-seba...
- Ya Rahman Ya Rahiim... Betapa luas nikmatMu..kasih...
- Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.4. Bau Mulut O...
- Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.3. Karena Paha...
- Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.2. Alasan Kena...
- Kekuatan Dahsyat PUASA SUNNAH - Bag.1
- Hajat dan Istikhoroh
-
▼
Mei
(9)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar