"Cukuplah Tuhanku sebagai pelindungku..Cukuplah Tuhanku yg tahu siapa diriku..Cukuplah Tuhanku yg tahu siapa dirimu..Cukuplah Tuhanku tempat aku mengadu, tempat aku meminta, tempat aku bergantung..dan cukuplah Tuhanku Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui isi hati setiap hamba-Nya...Dia Sang Penguasa Langit dan Bumi dan diantara keduanya."
Allah pelindung kita, pelindung melebihi baja saat perang, pelindung melebihi senjata saat melawan musuh, pelindung melebihi gembok besi yang mengunci rumah kita saat malam tiba. Apa yg harus kita takuti ketika Allah telah menjamin pertolongan pada hamba-Nya yg bertawakal. Sandarkanlah hati ini ketika sakit teriris sesuatu yg kita dengar. Sabarkan dan tabahkan hati ini ketika panas terpancing amarah.
Hanya Allah yang tahu siapa diri kita, bagaimana hati kita. Hanya Allah yang tahu siapa berhati baik, tulus, dan jujur. Maka tak usah khawatir dengan kecaman pahit . Dan cukuplah Allah yang tahu siapa dia dan bagaimana hatinya. Kita tidak mungkin membungkam mulut orang agar tidak berbicara. Tapi kita bisa mengubur dalam-dalam setiap kecaman pedas dan abaikan semua perkataan buruk.
Mengadulah wahai hati-hati yang sedang tersakiti, mengadulah pada Sang Maha Pendengar, Maha Mengerti, Maha Baik...ALLAH swt. Mengadulah pada-Nya, curahkan semua rasa yang ada, mintalah kekuatan, kesabaran dan ketabahan hati untuk mengahdapi semuanya. Hanya pada Allah kita meminta sesuatu, meminta pertolongan, meminta kelembutan, meminta kebaikan, dan hanya kepada-Nya lah semua makhluk bergantung.
"Semua yang ada di langit dandi bumi sellau meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan." (QS. Ar-Rahman [55]: 29)
Satu hal yang harus disadari bahwa kecaman-kecaman itu merupakan peluang pahala untuk kita. Siapa yang sabar dan tawakal maka dapatlah pahalanya. Siapa yang terpancing amarah maka hanguslah peluangnya. Jadi, adakah yang berkenan bersyukur atas kecaman-kecaman itu...Bersyukurlah karena peluang pahala-Nya.
Allahuakbar...
Semoga bermanfaat ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar